Pendahuluan : Kekaisaran Romawi



Kekaisaran Romawi atau The Roman Empire merupakan salah satu kerajaan tertua dan terbesar di muka bumi. Kerajaan ini juga menjadi salah satu yang paling masyur di dunia membentang dan memberi pengaruh besar bagi masyarakat Eropa / dunia barat pada umumnya dimasa kini. Kerajaan ini pada umumnya dapat dibagi menjadi dua yaitu Kekaisaran Romawi Barat ( Western Rome ) dan Romawi Timur ( Byzantine Empire ).

Kerajaan Romawi Barat dimulai ketika Augustus Caesar menjadi Kaisar pertama yang memerintah di Roma pada tahun 31 BCE dan berakhir ketika Kaisar terakhirnya, Romulus Augustulus takluk ditangan Raja Jerman Odoacer pada tahun 476 CE di Judi Taruhan Online

Sementara Kerajaan Romawi Barat dilanjutkan oleh Byzantine Empire yang berakhir hingga kematian Kaisar terakhirnya Constantine XI dan jatuhnya Constantinople ( kini Istanbul ) ke kerajaan Ottoman Turki pada tahun 1453 CE.

Masa Awal


Sebelumnya kita perlu meluruskan fakta sejarah yang ada dimana sering sekali berbagai literatur dan bacaan yang ditemui mengatakan bahwa Julius Caesar atau Julius Yang Agung adalah Kaisar pertama dari Kekaisaran Romawi. Hal ini tidaklah tepat, karena Julius Caesar tidak pernah menjadi Kaisar di Romawi. Bahkan oleh lembaga senat di Romawi sendiri, dirinya di cap sebagai Diktator. Namun memang tidak dapat dibantah dirinya memegang mandat sebagai pemimpin tertinggi kekuatan militer dan politik di masa itu. 

Sementara Augustus memang mendapatkan mandat menjadi Kaisar langsung dari para Senat karena dirinya terbukti mampu menaklukkan para musuh utama Romawi dan membawa kestabilan politik dan militer Romawi. 

Jadi agaknya Julius Yang Agung lebih tepat disebut penakluk dibandingkan Kaisar, dan atas dasar itu pulalah kami lebih menetapkan Augustus Caesar sebagai Kaisar pertama dari Kekaisaran Romawi.

Augustus Caesar mendapatkan gelar sebagai Kaisar setelah berakhirnya peperangan Batle of Actium pada tahun 31 BCE. Bernama Asli Gaius Octavian Thurinus merupakan keponakan langsung serta penerus dari Julius yang Agung. 

Augustus memerintah Kekaisaran Romawi mulai dari tahun 31 BCE hingga tahun 14 CE ketika dirinya meninggal dunia. Dirinya merupakan Kaisar yang menjadikan Roma menjadi ibukota kerajaan dan mengubah Roma dari kota tanah liat menjadi kota penuh marmer dan memukau dunia. Dimasa kepemimpinannya Kerajaan Romawi dibawanya mencapai puncak keemasan dan kedamaian lewat Pax Romana yang berlangsung hingga 200 tahun.

Setelah kematiannya, Augustus digantikan oleh Tiberius yang meneruskan usaha dan kebijakan Augustus namun sayang lemah dalam hal kekuatan dan ketegasan. Bahkan keadaan tersebut terus memburuk dengan menghasilkan Kaisar-Kaisar tidak kompeten seperti Caligula, Claudius dan Nero.

Lima Kaisar pertama dari kekaisaran Romawi ini sering disebut juga dengan Julio-Claudian Dinasti, asal dari keluarga mereka berasal ( entah itu lahir dari keluarga Julius Caesar atau Claudius bisa juga dari adopsi ).

Berakhirnya dinasti Julio-Claudian ini adalah setelah bunuh dirinya Nero yang akhirnya digantikan oleh masa yang dikenal sebagai Empat Kaisar / The Year of the Four Emperors.



The Year of the Four Emperors

Masa-masa ini lebih sering disebut sebagai masa ketidakstabilan dan pergantian Kaisar dengan cepat akibat kekurang cakapan para Kaisar serta terjadinya perang saudara memperebutkan tahta.

Keempat Kaisar yang memerintah setelah berakhirnya dinasti Julio-Claudian adalah Galba, Otho, Vitellius dan Vespasian. Menyusul ditemukan matinya Nero akibat bunuh diri pada tahun 68 CE, Galba naik tahta pada tahun 69 CE. Naiknya Galba menjadi Kaisar hanya berlangsung singkat. Galba menjadi Kaisar yang tak layak dan kurang bertanggung jawab, dirinya ditemukan terbunuh oleh pelindung dan penjaga Kaisar sendiri ( Praetorian ).

Otho naik tahta sehari setelah Galba meninggal, menurut catatan sejarah yang ada, Otho sangat berpotensi menjadi Kaisar yang baik. Namun sayang Jenderal kenamaan di Romawi, Jenderal Vitellius melakukan makar dan terjadilah perang saudara yang berakhir dengan bunuh dirinya Otho yang berakhir dengan Vitellius naik tahta. 

Namun Vitellius terbukti menjadi Kaisar yang sama tak becusnya dengan Galba. Dirinya lebih banyak mabuk dalam kemewahan dibandingkan melakukan tugasnya sebagai pemimpin. Para tentara yang kurang puas mulai merencanakan makar untuk menggulingkan Vitellius dan menggantikannya dengan Vespasian. Vitellius akhirnya ditemukan tewas dibunuh oleh para pengikut Vespasian yang akhirnya naik tahta tepat hanya setahun setelah Galba menjadi Kaisar. 

Vespasian merupakan pendiri dari dinasti Flavian yang memiliki karakteristik unik dengan berdirinya bangunan-bangunan berskala masif dan luar biasa megah, ekonomi yang naik dan stabil serta perluasan wilayah. Vespasian sendiri memerintah mulai tahun 69-79 CE. Dan dirinya pula yang merupakan inisiator pembangunan yang hingga kini masih bisa kita lihat sebagai salah satu keajaiban dunia, Flavian Amphitheatre ( Coliseum of Rome ) yang diselesaikan di pemerintahan Titus, anak dari Vespasian yang memerintah ditahun 79-81 CE.

Di masa kepemimpinan Titus, selain selesainya mega proyek Coliseum Roma juga ditandai dengan terjadinya peristiwa letusan gunung Vesuvius di tahun 79 CE yang menguburkan dan membunuh ribuan orang di kota Pompeii dan Herculaneum. 

Titus meninggal pada tahun 81 CE akibat demam tinggi dan digantikan oleh saudaranya Domitian yang memerintah dari tahun 81 - 96 CE. Masa pemerintahan Domitian ditandai dengan berkembangnya Roma dari akibat kebakaran besar pada tahun 80 CE dimasa pemerintahan Kaisar Titus. Domitian melanjutkan berbagai kebijakan dari saudaranya, Titus dan menaikkan keadaan ekonomi masyarakat Roma. Namun akibat kekuasaannya yang otorasi baik dalam hal pemerintahan serta politik mengakibatkan dirinya kurang populer dimata Senat, yang berakhir dengan terbunuhnya Kaisar Domitian di tahun 96 CE.

Masa Kaisar-Kaisar Bijaksana

Masa ini dikenal sebagai berkuasanya para Kaisar yang memiliki kepemimpinan yang baik atau lebih dikenal dengan sebutan The Five Good Emperors. Dimulai dari naik tahtanya Nerva, seorang penasihat dari Kaisar sebelumnya Domitian. Nerva dianggap sebagai pendiri dinasti Nervan - Antonin yang memerintah di Roma dari tahun 96 - 192 CE. Akibat dari Kaisar yang kompeten dalam memimpin, masa ini dikenal sebagai masa kemakmuran di Romawi dan mencapai puncak keemasannya. 



Kelima Kaisar luar biasa tersebut adalah Nerva ( 96 - 98 ), Trajan ( 98 - 117 ), Hadrian ( 117 - 138 ), Antoninus Pius ( 138 - 161 ) dan Marcus Aurelius ( 161 - 180 ). Dibawah kepimpinan kelima Kaisar ini, Romawi berkembang makin kuat, lebih stabil, dan terus berkembang luas baik secara ukuran wilayah maupun politik termasuk Biografi Pemain Poker

Lucius Verus dan Commodus merupakan dua kaisar terakhir dari zaman dinasti Nervan-Antonin. Lucius Verus merupakan Kaisar kombinasi bersama Marcus Aurelius hingga kematiannya pada tahun 169 CE. Dan Lucius Verus lebih dianggap kurang kompeten dalam menangani masalah yang ada. Sementara Commodus merupakan anak dari Aurelius yang merupakan Kaisar terakhir dari dinasti Nervan - Antonin.



Masa The Severan Dinasty

Pertinax yang menjadi Kaisar Romawi berikutnya hanya memerintah sangat singkat selama tiga bulan sebelum akhirnya terbunuh. Dirinya di ikuti oleh para Kaisar yang juga memerintah amat singkat yang diakhiri dengan berkuasanya Septimus Severus mulai tahun 193 - 211 CE. 

Masa pemerintahannya dikenal dengan ekspansi wilayah Romawi hingga ke Afrika dan Britania yang berkontribusi pada masalah finansial di Romawi. Severus digantikan oleh putranya, Caracalla dan Geta. Caracalla kemudian hari membunuh saudaranya sendiri, Geta dan memerintah hingga tahun 2017 CE, ketika dirinya dibunuh oleh pengawalnya sendiri. 

The Division of The Empire

Periode ini dikenal pula dengan masa krisis dari kekaisaran Romawi, dimana periode ini ditandai dengan terjadinya beberapa perang saudara yang disebabkan keserakahan para pemimpin militer untuk menguasai tampuk kekuasaan. Kejadian ini diakhiri dengan terpecahnya kerajaan menjadi tiga yang dikemudian hari disatukan kembali oleh Diocletian ( memerintah dari tahun 284 - 305 CE )

Diocletian juga mensahkan undang-undang baru bernama Tetrarchy ( The rule of Four ) untuk mempertahankan kekuasaan Kaisar. Namun akibat kekuasaan wilayah yang begitu luasnya, memaksa Diocletian akhirnya membagi dua kekaisaran pada tahun 285 CE untuk lebih meng-efesienkan administrasi politik dan kekuasannya. Pemisahan ini akhirnya melahirkan dua negara Romawi yaitu Western Roman Empire dan Eastern Roman Empire ( juga lebih dikenal dengan sebutan Byzantine ) 

Untuk mencegah kembalinya naik tahta para pemimpin yang tidak cakap, Diocletian akhirnya mengeluarkan undang-undang baru bahwa penerus tahta haruslah seseorang yang terpilih atau mendapatkan mandat dari seluruh Senat. Keputusan tersebut akhirnya melahirkan dua calon penerus Maxentius dan Constantine. Diocletian sendiri akhirnya secara suka rela mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kaisar pada tahun 305 CE. Namun keadaan belumlah aman, menyusul kematian Diocletian pada tahun 311 CE, Maxentius dan Constantine yang dianggap sebagai penerus akhirnya membawa kembali Romawi Barat ke zaman perang saudara.

Constantine & Christianity

Pada tahun 312 CE, Constantine akhirnya berhasil mengalahkan Maxentius dalam peperangan Milvian Bridge dan menjadi Kaisar baik di Romawi Barat maupun Romawi Timur. Dirinya memerintah dari tahun 306 - 337 CE. Di zaman ini pula lah pengaruh dari agama Kristen mulai diperkenalkan secara resmi dimana Constantine percaya bahwa kemenangannya merupakan bantuan dari Yesus Kristus dan menjadikan agama Kristen sebagai agama negara.

Constantine atau dikenal dengan panggilan Constantine yang Agung merupakan penganut agama Kristen yang taat dan berkontribusi terhadap perkembangan agama Kristen ke seluruh dunia. Disamping itu, dirinya juga memiliki kontribusi terhadap pembuatan Kitab Suci agama Kristen, Alkitab dengan memerintahkan pengumpulan seluruh manuskrip yang dikemudian hari menjadi The Bible.

Sebagai Kaisar, dirinya memerintah dengan cukup bijak, menstabilkan kekaisaran Romawi dan mengganti kurensi mata uang dan mereformasi militer. Constantine pula yang menemukan kota baru yang disebut sebagai New Rome ( Constantinople ) dan menjadi pusat pemerintahan Byzantine yang dimasa kini dikenal dengan nama Istanbul 

Namun sayang setelah kematiannya, Romawi kembali terlibat peperangan saudara yang melibatkan ketiga anak dari Constantine. Oleh ketiganya, Constantine II, Constantius II dan Constans membagi Romawi menjadi tiga bagian. Namun mereka kembali terlibat peperangan akibat keserakahan untuk mendapatkan bagian yang lebih dibandingkan lainnya. Akibat konflik ini Constantine II dan Constans tewas terbunuh. Constantius II naik tahta namun hanya berumur 2 tahun saja dan memilih sepupunya, Julian sebagai penerus kekaisaran. 

Julian juga tak berumur panjang, dirinya hanya memerintah selama dua tahun ( 361 - 363 CE ), namun dimasa kepemimpinannya, Julian berusaha mengembalikan kembali pamor dan kebesaran Romawi dengan meningkatkan efisiensi dari para pemerintahan. Sebagai penganut paham dan filosofi Neo - Platonik, Julian menolak dan menyalahkan Kekristenan. Dirinya menyalahkan agama ini sebagai biang kerok penolakan masyarakat terhadap kekaisaran. Dirinya memang menyerukan toleransi antara agama namun padahal secara sistematik melemahkan pengaruh Kekristenan secara perlahan-lahan dan melarang segala praktek serta penyebaran agama ini serta mengenyahkan Kristen dari pengaruh militer.



Jatuhnya Kekaisaran Romawi

Dari tahun 376 - 382 CE Romawi terlibat dalam pertempuran melawan Goths yang dikenal saat ini sebagai Gothic Wars. Dalam peperangan yang dikenal dengan nama Battle of Adrianople pada tanggal 9 Agustus 378 CE, Kekaisaran Romawi yang saat itu diperintah oleh Kaisar Valens mengalami kekalahan. Dan oleh para sejarawan peristiwa kekalahan ini dikenal sebagai peristiwa awal kejatuhan Kekaisaran Romawi. 

Beberapa teori telah diajukan sebagai penyebab kejatuhan dari Kekaisaran yang luar biasa ini, namun hingga hari ini tidak ada kesepakatan yang terjadi diantara para ilmuwan dan sejarawan. Edward Gibbon salah satu sejarawan yang meneliti hal ini, menyebutkan teorinya dalam The History of the Decline and Fall of the Roman Empire bahwa Kekristenan memainkan peranan penting dalam pengaruhnya di Kekaisaran Romawi. Sebagai agama baru, Kristen terbukti memiliki pengaruh luar biasa besar dalam tatanan sosial masyarakat, bahkan melebihi pengaruh dari paganisme dari pihak Kekaisaran. Teori yang menyatakan Kekristenan sebagai penyebab jatuhnya Kekaisaran Romawi sebenarnya telah ada jauh sebelum Gibbon. Namun hingga hari ini tidak terdapat kesepakatan antara para ahli sejarah dan Penjudi Legendaris mengenai hal ini.

Kekaisaran Romawi Barat sendiri pada akhirnya dinyatakan benar-benar runtuh pada tanggal 4 September 476 CE, ketika Kaisar Romulus Augustus dimakzulkan oleh Raja Jerman Odoacer. Mengenai tahun pastinya juga hingga kini masih ada perdebatan dimana sebagian ilmuwan berpendapat kejadian tersebut terjadi pada tahun 480.

Namun Byzantine atau Romawi Timur masih melanjutkan kekaisarannya hingga tahun 1453 CE



Legacy dan Peninggalan dari Roman Empire

Sebagai suatu Kerajaan atau Kekaisaran yang besar dan jaya, Romawi meninggalkan peninggalan yang sangat penting bagi perkembangan peradaban manusia. Berbagai penemuan serta peninggalan bersejarah masih banyak yang tetap dipergunakan hingga kini. Konstruksi dari jalan raya dan bangunan, sistem sanitasi kota dan bahkan semen yang digunakan merupakan salah satu dari bagian penting penemuan yang terjadi di zaman Romawi. 

Comments